Page 74 - SIMASBEN
P. 74
kaku karena mengikuti urutan salindia, bukan mengikuti
alur berpikir.
Dengan menggunakan Mind Map, penyaji dapat
melihat keseluruhan gagasan dalam satu halaman. Setelah
ide-ide tersebut terkumpul, langkah berikutnya adalah
mengubah setiap cabang menjadi narasi yang komunikatif.
Bagaimana cara melakukannya?
• Apakah Signifikansi sebaiknya dibuka dengan fakta,
pertanyaan retoris, kutipan, cerita singkat, atau analogi?
• Bagaimana merumuskan Masalah agar audiens
memahami urgensinya tanpa merasa terbebani?
• Bagaimana menjelaskan Solusi sehingga tidak hanya
terdengar sebagai hasil penelitian, tetapi juga sebagai
jawaban yang logis terhadap masalah?
• Dan bagaimana menutup presentasi dengan Benefit yang
benar-benar menunjukkan kontribusi/manfaat
penelitian?
Seluruh pertanyaan tersebut akan kita bahas secara
bertahap pada subbab-subbab berikutnya. Dengan
menggunakan studi kasus yang sama, pembaca akan melihat
bagaimana sebuah Mind Map SIMASBEN berkembang
menjadi narasi presentasi akademik yang utuh, sistematis,
dan mudah dipahami.
66 |

