Page 4 - SIMASBEN
P. 4

dikomunikasikan.  Refleksi  tersebut  mendorong  penulis
            mempelajari  berbagai  literatur  tentang  komunikasi,
            presentasi ilmiah, pembelajaran, storytelling, serta berbagai
            framework  berpikir  yang  telah  berkembang.  Dari  proses
            belajar,  praktik,  dan  sintesis  tersebut  lahirlah  SIMASBEN,
            sebuah  framework  berpikir  yang  terdiri  atas  empat
            komponen  utama,  yaitu  Signifikansi,  Masalah,  Solusi,  dan
            Benefit.
                  Perlu  penulis  tegaskan  bahwa  SIMASBEN  bukan
            dimaksudkan untuk menggantikan berbagai teori maupun
            framework  komunikasi  yang  telah  ada.  Sebaliknya,
            SIMASBEN  merupakan  hasil  sintesis  yang  dikembangkan
            untuk  membantu  komunikasi  akademik  dan  ilmiah  agar
            lebih terstruktur, mudah dipahami, dan tetap selaras dengan
            alur berpikir yang lazim digunakan dalam proses penelitian.
                  Buku ini disusun tidak hanya untuk peneliti, tetapi juga

            untuk  dosen,  mahasiswa,  widyaiswara,  guru,  praktisi,
            aparatur  sipil  negara,  maupun  siapa  saja  yang  ingin
            mengomunikasikan  gagasan  akademik  dan  profesional
            secara lebih sistematis. Harapannya, pembaca tidak hanya
            memperoleh  sebuah  teknik  menyusun  presentasi,  tetapi
            juga  membangun  kebiasaan  berpikir  yang  lebih  runtut
            sebelum menyampaikan sebuah ide.
                  Penulis  menyadari  bahwa  buku  ini  masih  memiliki
            berbagai keterbatasan. SIMASBEN merupakan hasil sintesis
            konseptual  yang  berangkat  dari  pengalaman  praktik  dan
            kajian  literatur,  sehingga  masih  terbuka  ruang  untuk
            pengembangan  lebih  lanjut  melalui  penelitian  empiris
            maupun  validasi  oleh  para  ahli.  Oleh  karena  itu,  penulis
            iv |
   1   2   3   4   5   6   7   8   9