Page 9 - SIMASBEN
P. 9
PENDAHULUAN
Mengapa Komunikasi Akademik Membutuhkan
Framework Berpikir?
Kita hidup pada masa ketika informasi dapat diperoleh
dengan sangat mudah. Hasil penelitian, artikel ilmiah,
laporan kebijakan, maupun berbagai sumber pengetahuan
tersedia dalam jumlah yang melimpah. Namun, kemudahan
memperoleh informasi tidak selalu diikuti oleh kemudahan
dalam mengomunikasikan informasi tersebut kepada orang
lain.
Dalam berbagai forum akademik dan profesional, kita
sering menjumpai penyaji yang menguasai materi dengan
sangat baik, tetapi masih mengalami kesulitan menjelaskan
gagasannya secara runtut. Sebaliknya, ada pula penyaji yang
mampu membuat topik yang kompleks menjadi mudah
dipahami karena berhasil mengorganisasi ide-idenya
dengan baik.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tantangan
komunikasi tidak selalu terletak pada apa yang diketahui,
tetapi pada bagaimana pengetahuan tersebut disusun
menjadi alur yang dapat diikuti oleh audiens.
Pandangan ini sejalan dengan berbagai literatur
komunikasi yang menempatkan komunikasi sebagai proses
membangun pemahaman, bukan sekadar menyampaikan
informasi. Gamble dan Gamble (2014) menjelaskan bahwa
komunikasi merupakan proses berbagi makna (shared
meaning) yang melibatkan pengirim, pesan, media,
1 |

