Page 10 - SIMASBEN
P. 10

penerima, dan umpan balik. Dengan demikian, keberhasilan
            komunikasi  tidak  hanya  ditentukan  oleh  banyaknya
            informasi  yang  disampaikan,  tetapi  oleh  sejauh  mana
            informasi tersebut dipahami oleh penerima.
                  Dalam  konteks  profesional,  Harvey  dan  Robbins
            (1995)  menekankan  bahwa  kemampuan  berbicara  yang
            efektif  selalu  didukung  oleh  kemampuan  mengorganisasi
            gagasan  sebelum  disampaikan.  Sementara  itu,  Whitcomb
            dan  Whitcomb  (2013)  menunjukkan  bahwa  komunikasi
            dalam  lingkungan  akademik  dan  profesional  memerlukan
            struktur yang logis agar ide yang kompleks dapat dipahami
            oleh berbagai pemangku kepentingan.
                  Ketiga  pandangan  tersebut  memperlihatkan  satu
            kesamaan.     Komunikasi      yang   efektif   tidak   hanya
            membutuhkan  penguasaan  materi,  tetapi  juga  struktur
            berpikir yang membantu penyaji menentukan informasi apa

            yang  perlu  disampaikan,  bagaimana  hubungan  antaride
            dibangun,  dan  mengapa  pesan  tersebut  penting  bagi
            audiens.
                  Selama  lebih  dari  satu  dekade  mengajar  sebagai
            widyaiswara, penulis menemukan pola yang terus berulang.
            Banyak  peserta  pelatihan  mampu  menjelaskan  hasil
            penelitian,  proyek  perubahan,  atau  inovasi  yang  mereka
            lakukan.  Namun  ketika  diminta  menyampaikannya  dalam
            waktu  yang  terbatas,  mereka  sering  kali  kesulitan
            menentukan  titik  awal,  memilih  informasi  yang  paling
            penting, dan menjaga alur pembahasan agar tetap fokus.
                  Pengalaman tersebut tidak hanya penulis temui dalam
            kelas  pelatihan,  tetapi  juga  ketika  mendampingi  calon
            2 |
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15