Page 15 - SIMASBEN
P. 15
Dalam kajian ilmu komunikasi, komunikasi dipahami
sebagai suatu proses yang melibatkan penyampaian dan
pertukaran makna antara individu. Gamble dan Gamble
(2014) menjelaskan bahwa komunikasi merupakan proses
yang dinamis, melibatkan pengirim pesan, penerima pesan,
umpan balik, konteks, serta berbagai faktor yang
memengaruhi bagaimana suatu pesan dipahami. Dengan
demikian, komunikasi bukanlah aktivitas satu arah,
melainkan proses membangun pemahaman bersama.
Pandangan tersebut memberikan pemahaman penting
bahwa keberhasilan komunikasi tidak dapat diukur hanya
dari seberapa lengkap seseorang menyampaikan informasi.
Komunikasi baru dapat dikatakan berhasil apabila pesan
yang diterima memiliki makna yang sama atau mendekati
makna yang dimaksud oleh penyampainya.
Harvey Robbins (1992) juga menekankan bahwa salah
satu penyebab utama kegagalan komunikasi adalah adanya
kesenjangan (communication gap) antara maksud
pembicara dengan pemahaman pendengar. Kesenjangan ini
sering muncul karena pembicara berasumsi bahwa audiens
memiliki pengetahuan, pengalaman, atau cara berpikir yang
sama dengannya. Akibatnya, informasi yang menurut
pembicara sudah jelas justru dipahami secara berbeda oleh
audiens.
Fenomena ini sangat sering dijumpai dalam
komunikasi akademik. Seorang dosen merasa penjelasannya
sudah sistematis, tetapi mahasiswa masih bingung. Seorang
peneliti yakin hasil penelitiannya sudah dipaparkan dengan
7 |

