Page 19 - SIMASBEN
P. 19
Tidak Memahami Audiens
Tidak jarang penyaji lebih fokus pada apa yang ingin
disampaikan daripada apa yang perlu dipahami oleh
audiens. Akibatnya, materi yang disampaikan tidak sesuai
dengan kebutuhan, pengalaman, maupun harapan
pendengar.
Gamble dan Gamble (2014) menjelaskan bahwa
komunikasi merupakan proses berbagi makna. Oleh karena
itu, efektivitas komunikasi sangat dipengaruhi oleh
kemampuan memahami siapa penerima pesan, bagaimana
latar belakangnya, serta bagaimana pesan tersebut akan
dimaknai oleh audiens. Dengan memahami audiens, penyaji
dapat memilih contoh yang lebih relevan, menentukan
tingkat kedalaman materi, serta menggunakan bahasa yang
sesuai.
Kehilangan Fokus
Hal ini biasanya terjadi ketika penyaji tidak memiliki
satu gagasan utama yang ingin disampaikan. Akibatnya,
pembahasan berpindah-pindah dari satu topik ke topik lain
tanpa hubungan yang jelas. audiens akhirnya kesulitan
menjawab pertanyaan sederhana: "Apa sebenarnya pesan
utama dari presentasi tadi?"
Harvey Robbins (1992) mengingatkan bahwa
komunikasi yang efektif memerlukan kejelasan tujuan dan
kejelasan pesan. Tanpa fokus yang jelas, komunikasi mudah
menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan kehilangan
makna yang ingin dibangun. Fokus bukan berarti membatasi
informasi, melainkan menentukan prioritas.
11 |

