Page 22 - SIMASBEN
P. 22

akan kesulitan membedakan mana yang benar-benar harus
            diingat.

            Mengubah Cara Mengajar
                  Pengalaman-pengalaman  tersebut  membuat  penulis
            perlahan  mengubah  pendekatan  dalam  setiap  pelatihan.
            Pada  awalnya  penulis  lebih  banyak  mengajarkan  teknik
            berbicara,  penggunaan  salindia,  maupun  cara  mengelola
            waktu presentasi. Namun semakin lama penulis menyadari
            bahwa persoalan utamanya muncul jauh sebelum seseorang
            mulai berbicara.
                  Penulis  kemudian  mulai  mengajak  peserta  berhenti
            sejenak sebelum membuat salindia (slide). Penulis meminta
            mereka menjawab beberapa pertanyaan sederhana:
            •  Apa satu gagasan utama yang ingin Anda sampaikan?
            •  Mengapa audiens perlu mengetahui hal tersebut?

            •  Masalah apa yang sebenarnya ingin Anda jelaskan?
            •  Apa solusi atau kontribusi yang ingin Anda tawarkan?
            •  Manfaat  apa  yang  akan  diperoleh  audiens  setelah
               mendengar penjelasan Anda?

                  Menariknya,  ketika  peserta  mampu  menjawab
            pertanyaan-pertanyaan       tersebut,    proses    menyusun
            presentasi  menjadi  jauh  lebih  mudah.  Mereka  tidak  lagi
            bingung  menentukan  urutan  pembahasan  karena  alur
            berpikirnya sudah mulai terbentuk.



            14 |
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27