Page 21 - SIMASBEN
P. 21

tahun,  tetapi  masih  kesulitan  menjelaskan  gagasannya
            secara runtut. Sebaliknya, ada peserta yang pengalamannya
            relatif  lebih  sedikit,  tetapi  mampu  menyampaikan  ide
            dengan  sangat  jelas  karena  mengetahui  informasi  mana
            yang perlu disampaikan terlebih dahulu.
                  Dari  situ  penulis  belajar  bahwa  kemampuan
            komunikasi  tidak  hanya  ditentukan  oleh  banyaknya
            pengetahuan  yang  dimiliki.  Yang  jauh  lebih  menentukan
            adalah     kemampuan       memilih,     mengurutkan,      dan
            menghubungkan pengetahuan tersebut menjadi sebuah alur
            yang mudah dipahami.

            Hambatan yang Terus Berulang
                  Selama  memfasilitasi  pelatihan,  penulis  mulai
            mencatat  pola-pola  yang  muncul  berulang  kali.  Sebagian
            peserta  memulai  presentasi  dengan  latar  belakang  yang

            terlalu  panjang  sehingga  kehabisan  waktu  sebelum
            memasuki  inti  pembahasan.  Sebagian  lainnya  langsung
            menjelaskan  rincian  teknis  tanpa  memberikan  konteks
            mengapa  topik  tersebut  penting.  Ada  pula  yang
            menampilkan  begitu  banyak  data  sehingga  audiens
            kehilangan arah dan sulit menemukan pesan utama.
                  Yang paling sering penulis temukan adalah keinginan
            untuk  menjelaskan  semuanya  sekaligus.  Niat  tersebut
            sebenarnya  sangat  baik  karena  menunjukkan  penguasaan
            materi.  Namun  dalam  komunikasi  akademik,  kelengkapan
            informasi tidak selalu menghasilkan kejelasan pesan. Justru
            ketika semua informasi dianggap sama pentingnya, audiens


            13 |
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26