Page 36 - SIMASBEN
P. 36
Framework ini juga membutuhkan kemampuan
bercerita yang baik agar perpindahan dari masa lalu ke masa
kini dan masa depan terasa alami, bukan sekadar
perpindahan waktu.
D. Framework 3: Fakta – Cerita – Pertanyaan
Tidak semua audiens diyakinkan dengan cara yang
sama. Sebagian orang membutuhkan data dan bukti,
sebagian lebih mudah memahami melalui pengalaman
nyata, sementara yang lain baru benar-benar terlibat ketika
diajak berpikir melalui sebuah pertanyaan.
Framework Fakta–Cerita–Pertanyaan dibangun atas
pemahaman bahwa komunikasi yang efektif tidak hanya
menyampaikan informasi, tetapi juga menghubungkan
logika, emosi, dan refleksi.
Fakta memberikan dasar objektif. Cerita
menghadirkan konteks yang dekat dengan pengalaman
manusia. Pertanyaan mengajak audiens berhenti sejenak
untuk merefleksikan makna dari informasi yang telah
diterima.
Dengan urutan tersebut, komunikasi tidak berhenti
pada penyampaian informasi, tetapi berkembang menjadi
proses berpikir bersama.
Inspirasi Literatur
Dalam Made to Stick, Chip Heath dan Dan Heath (2007)
menjelaskan bahwa pesan lebih mudah diingat apabila
bersifat sederhana, konkret, kredibel, menggugah emosi,
28 |

