Page 37 - SIMASBEN
P. 37
dan disampaikan melalui cerita. Mereka menempatkan
stories sebagai salah satu unsur penting karena cerita
membantu audiens memahami dan mengingat pesan
dengan lebih baik.
Di sisi lain, komunikasi akademik tetap membutuhkan
fakta sebagai dasar argumentasi. Pertanyaan kemudian
berfungsi sebagai jembatan untuk mendorong refleksi,
diskusi, atau eksplorasi lebih lanjut.
Oleh karena itu, Framework Fakta–Cerita–Pertanyaan
dalam buku ini diposisikan sebagai pola berpikir yang
menggabungkan kekuatan bukti, narasi, dan refleksi.
Framework ini terinspirasi oleh berbagai literatur
komunikasi persuasif, termasuk Made to Stick, namun bukan
merupakan model yang secara eksplisit diperkenalkan oleh
Heath dan Heath.
Karakteristik Framework
Karakter utama framework ini adalah membangun
keterhubungan antara informasi dan pengalaman audiens.
Komunikasi diawali dengan fakta agar memiliki dasar
yang kredibel. Selanjutnya, pembicara menghadirkan cerita
singkat yang membuat fakta tersebut terasa lebih dekat
dengan kehidupan nyata. Terakhir, audiens diajak berpikir
melalui sebuah pertanyaan yang membuka ruang refleksi.
Framework ini menghasilkan komunikasi yang lebih
interaktif karena audiens tidak hanya menerima informasi,
tetapi juga diajak membangun makna sendiri.
29 |

