Page 43 - SIMASBEN
P. 43

ketika  perhatian manusia mudah teralihkan  oleh berbagai
            informasi,  pembicara  hanya  memiliki  waktu  yang  sangat
            singkat untuk membangun ketertarikan audiens.
                  Framework  Tarik–Tahan–Tembak  lahir  dari  pola
            berpikir  bahwa  komunikasi  yang  efektif  perlu  diawali
            dengan membangun perhatian, kemudian mempertahankan
            keterlibatan  audiens,  sebelum  akhirnya  menyampaikan
            pesan utama.
                  Tarik  bertujuan  menghentikan  perhatian  audiens
            melalui  pembuka  yang  kuat,  misalnya  pertanyaan  retoris,
            fakta mengejutkan, ilustrasi, atau analogi.
                  Tahan  berfungsi  menjaga  rasa  ingin  tahu  audiens
            dengan memberikan konteks, membangun hubungan, atau
            menunjukkan mengapa topik tersebut relevan.
                  Tembak  merupakan  saat  ketika  pesan  utama
            disampaikan secara jelas dan meyakinkan setelah perhatian

            audiens berhasil dibangun.
                  Framework  ini  berangkat  dari  pemahaman  bahwa
            pesan  yang  baik  tidak  akan  bermakna  apabila  audiens
            kehilangan perhatian sebelum pesan tersebut disampaikan.

            Inspirasi Literatur
                  Komunikasi  persuasif  dan  negosiasi  menunjukkan
            bahwa  perhatian  merupakan  modal  utama  dalam
            membangun  interaksi  yang  efektif.  Dalam  Never  Split  the
            Difference,  Chris  Voss  dan  Tahl  Raz  (2016)  menjelaskan
            berbagai  strategi  untuk  membangun  keterhubungan,
            mempertahankan perhatian lawan bicara, dan mengarahkan
            percakapan menuju tujuan yang diinginkan.
            35 |
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48