Page 46 - SIMASBEN
P. 46
tetapi tidak memiliki hubungan yang kuat dengan pesan
utama.
Penulis juga sering mengingatkan bahwa komunikasi
akademik tetap harus menjaga akurasi dan proporsionalitas.
Pembuka yang terlalu sensasional dapat mengalihkan
perhatian dari substansi yang ingin disampaikan.
Framework ini kurang sesuai apabila komunikasi lebih
menekankan penjelasan analitis yang sistematis sejak awal
atau ketika audiens sudah memiliki perhatian dan motivasi
yang tinggi terhadap topik yang dibahas.
G. Framework 6 : SIMASBEN
Pada bagian sebelumnya kita telah mempelajari lima
framework berpikir yang banyak digunakan dalam
komunikasi. Masing-masing memiliki filosofi, kelebihan,
serta konteks penggunaan yang berbeda.
Framework Masalah–Dampak–Solusi membantu
membangun rasa urgensi melalui penjelasan hubungan
antara persoalan dan konsekuensinya.
Framework Dulu–Sekarang–Nanti efektif digunakan
untuk menggambarkan proses perubahan dari waktu ke
waktu.
Framework Fakta–Cerita–Pertanyaan menggabungkan
kekuatan data, pengalaman, dan refleksi sehingga
komunikasi terasa lebih hidup.
Framework Tiga Poin Inti membantu penyaji
menyederhanakan informasi menjadi pesan-pesan utama
yang mudah diingat.
38 |

