Page 44 - SIMASBEN
P. 44
Walaupun istilah Tarik–Tahan–Tembak tidak terdapat
dalam buku tersebut, prinsip membangun perhatian dan
keterlibatan audiens memiliki keselarasan dengan
pendekatan komunikasi persuasif yang banyak digunakan
dalam presentasi, pelatihan, maupun negosiasi.
Dalam buku ini, Framework Tarik–Tahan–Tembak
diposisikan sebagai pola berpikir komunikasi yang
membantu pembicara mengelola perhatian audiens sejak
awal hingga penyampaian pesan utama.
Karakteristik Framework
Karakter utama framework ini adalah membangun
perhatian secara bertahap. Komunikasi tidak langsung
dimulai dengan penjelasan materi, tetapi diawali dengan
usaha menarik perhatian audiens. Setelah perhatian
diperoleh, pembicara mempertahankan keterlibatan melalui
penjelasan yang relevan sehingga audiens tetap mengikuti
alur komunikasi. Barulah setelah itu pesan utama
disampaikan.
Framework ini sangat mengandalkan kemampuan
pembicara dalam memilih pembuka yang menarik tanpa
kehilangan hubungan dengan tujuan komunikasi.
Kapan Framework Ini Digunakan?
Berdasarkan pengalaman penulis sebagai
widyaiswara, framework ini sangat efektif digunakan ketika
tujuan komunikasi adalah:
• membuka seminar atau konferensi;
• memulai presentasi ilmiah;
36 |

