Page 49 - SIMASBEN
P. 49
1. Signifikansi
Signifikansi membantu pembicara menemukan nilai
dari sebuah topik. Nilai tersebut dapat berupa urgensi,
relevansi, kontribusi terhadap ilmu pengetahuan,
maupun manfaat bagi masyarakat.
Tanpa signifikansi, komunikasi kehilangan alasan
mengapa audiens perlu memberikan perhatian. Karena
itu, dalam diagram SIMASBEN, Signifikansi dikaitkan
dengan nilai dan kebermaknaan.
2. Masalah
Setelah audiens memahami pentingnya sebuah topik,
perhatian berikutnya diarahkan pada persoalan yang
menjadi fokus pembahasan.
Namun dalam SIMASBEN, masalah tidak dipandang
sebagai sesuatu yang negatif. Sebaliknya, masalah
dipahami sebagai:
• peluang perbaikan dan ruang pengembangan.
• Perubahan, inovasi, maupun penelitian hampir
selalu berawal dari adanya ruang yang masih dapat
diperbaiki.
Dengan cara pandang ini, masalah bukan menjadi
hambatan, melainkan titik awal lahirnya pengetahuan
baru.
41 |

