Page 53 - SIMASBEN
P. 53
Jawaban atas pertanyaan tersebut tidak berangkat dari
teknik presentasi, melainkan dari pengamatan terhadap
cara kerja penelitian itu sendiri.
Selama mendampingi calon peneliti, membimbing
penyusunan presentasi ilmiah, serta menjadi juri pada
berbagai kompetisi presentasi penelitian, penulis melihat
bahwa peneliti yang mampu menjelaskan hasil
penelitiannya dengan baik hampir selalu mengikuti alur
berpikir yang sama dengan proses penelitian yang mereka
lakukan.
Mereka tidak langsung memaparkan hasil.
Mereka terlebih dahulu menjelaskan mengapa
penelitian tersebut penting, kemudian menunjukkan
masalah atau kesenjangan yang ingin dijawab, menjelaskan
bagaimana penelitian memberikan jawaban, dan akhirnya
menunjukkan kontribusi atau manfaat dari hasil penelitian
tersebut. Pengamatan tersebut mendorong penulis pada
satu pemikiran.
Menurut penulis, komunikasi akademik dan ilmiah
akan lebih mudah dipahami apabila mengikuti logika
berpikir yang digunakan dalam proses penelitian.
SIMASBEN kemudian dirancang untuk menjembatani
dua proses yang selama ini sering dipisahkan, yaitu proses
melakukan penelitian dan proses mengomunikasikan hasil
penelitian.
45 |

