Page 55 - SIMASBEN
P. 55

disusun  secara  rinci,  sedangkan  presentasi  menuntut
            penyampaian yang ringkas dan mudah dipahami.
                  Akibatnya,  tidak  sedikit  penyaji  yang  hanya
            memindahkan isi laporan ke dalam salindia tanpa menyusun
            kembali alur komunikasinya.
                  Pengalaman       penulis      sebagai      widyaiswara
            menunjukkan bahwa pendekatan tersebut sering membuat
            presentasi  kehilangan  fokus.  audiens  menerima  banyak
            informasi,    tetapi    kesulitan   memahami       hubungan
            antarbagian maupun pesan utama yang ingin disampaikan.
                  Menurut  penulis,  salah  satu  penyebabnya  adalah
            karena  penyaji  lebih  berfokus  pada  isi  penelitian,  bukan
            pada  alur  berpikir  penelitian.  SIMASBEN  berupaya
            menjembatani         kesenjangan        tersebut      dengan
            mempertahankan           logika       penelitian,       tetapi
            menyederhanakan cara penyampaiannya.


            Dari  Laporan  Penelitian  Menuju  Komunikasi  yang
            Mudah Dipahami
                  Setiap  penelitian  pada  dasarnya  dimulai  dengan
            pertanyaan:  "Mengapa  penelitian  ini  perlu  dilakukan?"
            Pertanyaan     tersebut   merupakan      bentuk    pencarian
            signifikansi.
                  Selanjutnya    peneliti    merumuskan       pertanyaan
            penelitian  atau  mengidentifikasi  kesenjangan  yang  ingin
            dijawab. Tahap ini merupakan masalah yang menjadi fokus
            penelitian.
                  Penelitian  kemudian  dilakukan  untuk  menghasilkan
            jawaban  melalui  metode,  analisis,  dan  temuan.  Dalam
            47 |
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60