Page 47 - SIMASBEN
P. 47

Sementara  itu,  Tarik–Tahan–Tembak  menekankan
            teknik  membangun  perhatian  dan  persuasi  melalui  alur
            komunikasi yang dramatis.
                  Menurut     penulis,   kelima    framework     tersebut
            menunjukkan satu kesamaan mendasar yaitu :

                  “Komunikasi yang baik selalu memiliki pola berpikir”

                  Artinya,  penyampaian  gagasan  yang  efektif  tidak
            terjadi secara spontan, melainkan dibangun melalui struktur
            yang  membantu  penyaji  memilih  informasi,  menentukan
            fokus, dan mengarahkan perhatian audiens.
                  Namun  demikian,  selama  mendampingi  peserta
            pelatihan,  dan  menjadi  juri  pada  berbagai  kompetisi
            presentasi  ilmiah,  penulis  juga  menemukan  bahwa
            komunikasi  akademik  memiliki  kebutuhan  yang  lebih
            spesifik.

                  Seorang  peneliti,  dosen,  mahasiswa,  widyaiswara,
            ataupun  praktisi  yang  menyampaikan  hasil  kajian  ilmiah
            tidak  hanya  dituntut  mampu  menarik  perhatian  audiens.
            Mereka  juga  harus  mampu  menjelaskan  mengapa  topik
            tersebut  penting,  persoalan  apa  yang  sedang  dikaji,
            bagaimana  penelitian  atau  kajian  tersebut  memberikan
            jawaban, serta manfaat apa yang dihasilkan.
                  Dalam praktiknya, keempat unsur tersebut sering kali
            telah  ada  di  dalam  proses  penelitian,  tetapi  belum  selalu
            disusun menjadi komunikasi yang mudah dipahami.
                  Pengalaman  tersebut  mendorong  penulis  melakukan
            refleksi terhadap berbagai framework yang telah dipelajari,
            kemudian  menghubungkannya  dengan  logika  berpikir
            39 |
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52